Pengertian Distonia Hingga Penaganan yang Harus Dilakukan

Pengertian Distonia adalah kelainan yang menyebabkan otot bergerak sendiri tanpa sadar. Gerakan otot ini dapat terjadi di satu bagian tubuh ke seluruh tubuh. Akibat pergerakan otot ini, penderita distonia memiliki postur aneh dan mengalami tremor (tremor). Pengertian Distonia sendiri bukanlah penyakit yang sering dijumpai. Tercatat, penyakit ini dialami oleh 1% populasi dunia, dengan lebih banyak wanita daripada pria. Sayangnya, masih belum ada data tentang kejadian distonia di kawasan Asia, terutama di Indonesia.

Distonia
Sumber Foto : pinterest.com

Penyebab dan Gejala Munculnya Distonia

Penyebab distonia belum diketahui dengan jelas, tetapi diduga terkait dengan kelainan bawaan genetik. Tetapi ada berbagai faktor yang memicu distonia, seperti:

Gangguan pada sistem saraf, misalnya penyakit Parkinson, multiple sclerosis, cerebral palsy, tumor otak, dan stroke.
Infeksi, seperti HIV dan radang otak (ensefalitis).
Penyakit Wilson.
Penyakit Huntington.
Obat-obatan, seperti obat untuk mengobati skizofrenia dan anti-kejang.
Cidera kepala atau sumsum tulang belakang.

Penggunaan obat-obatan donepezil pada pasien dengan penyakit Alzheimer juga diduga memicu distonia di leher.

Gejala-gejala dystonia sangat bervariasi, tergantung pada bagian tubuh yang terkena, termasuk: Berkedut Gemetar (tremor).

Anggota badan dalam posisi yang tidak biasa, seperti leher miring.
Kram otot.
Mata berkedip tanpa kendali.
Gangguan bicara dan menelan.

Gejala-gejala ini dapat muncul sebagai anak (distonia dini) atau sebagai orang dewasa (distonia lambat). Gejala yang terjadi pada dystonia dini lebih sering mempengaruhi anggota badan dan menyebar ke bagian tubuh lainnya. Padahal distonia yang terjadi secara perlahan seringkali hanya terbatas pada satu bagian tubuh saja, terutama daerah wajah atau leher.

Penanganan untuk Dstonia

Untuk mendiagnosis distonia, ahli saraf membutuhkan beberapa langkah untuk menentukan pemicu dystonia berdasarkan pengertian distonia yang sudah diketahui. Dokter akan menanyakan beberapa hal seperti: Usia di mana gejala muncul untuk pertama kalinya. Urutan bagian tubuh yang terkena. Apakah penyakitnya memburuk dengan cepat.

Setelah itu, pasien akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan tambahan berikut:
Tes urin dan darah. Tes ini bertujuan untuk memeriksa ada tidaknya infeksi atau senyawa toksik dalam tubuh pasien, serta untuk menilai fungsi keseluruhan organ tubuh. Magnetic resonance imaging (MRI). Tes pencitraan ini berguna untuk memeriksa apakah ada kelainan di otak, seperti stroke dan tumor otak. Elektromiografi (EMG).

Tes ini berfungsi untuk menilai aktivitas arus listrik di otot. Pengujian genetik. Pengambilan sampel DNA digunakan untuk mencari tahu apakah seorang pasien memiliki kelainan genetik yang terkait dengan distonia, seperti penyakit Huntington.

Hingga saat ini belum ada pengobatan yang diketahui dapat menyembuhkan distonia. Namun, ada beberapa perawatan untuk mengurangi frekuensi timbulnya gejala dan keparahannya, yaitu: Narkoba. Obat yang diberikan adalah obat yang memengaruhi sinyal di otak. Beberapa obat yang bisa diberikan:

Trihexyphenidyl
Diazepam
Lorazepam
Baclofen
Clonazepam
Injeksi Botox (botulinum toksin).

Obat ini akan langsung disuntikkan ke daerah yang terkena dan perlu diulang setiap 3 bulan. Fisioterapi. Dokter juga dapat merekomendasikan melakukan fisioterapi, untuk melatih kembali otot yang terkena. Operasi. Jenis operasi yang direkomendasikan oleh dokter adalah memasang alat khusus untuk mengalirkan arus listrik ke otak (stimulasi otak dalam), atau memotong saraf yang mengatur otot-otot yang terkena (denervasi selektif dan pembedahan).

Selain itu ada beberapa komplikasi yang bisa dialami oleh penderita distonia, termasuk: Kesulitan melakukan pekerjaan sehari-hari karena memiliki hambatan dalam bergerak. Kesulitan menelan atau berbicara. Kesulitan melihat, jika dystonia menyerang kelopak mata. Masalah psikologis, seperti gangguan kecemasan atau depresi.

Sumber: https://www.alodokter.com/dystonia

0 Response to "Pengertian Distonia Hingga Penaganan yang Harus Dilakukan"

Post a Comment